Tampilkan postingan dengan label Ranu Kumbolo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ranu Kumbolo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Mei 2016

Kumbolo 15-16 Mei 2016 (Tips untuk Pemula)

Halo para pendaki gunung Baperres, jaman sekarang banyak pendaki-pendaki gunung yang suka Baper, baper dikarenakan gak bisa ikut saya naik gunung... ini yang bener-bener pendaki ya kaya Anik Djangkaru sahabt saya, Kaya Anche Junapi mantan saya (mantan majikan), kalau yang jaman-jaman sekarang ada sekumpulan anak ABG naik gunung itu mah bukan pendaki tapi anak pramuka yang lagi nyoba naik gunung.

Yawes, langsung saja...
Sebelum naik gunung kamu harus persiapkan semua kelengkapanmu untuk kebutuhanmu selama di gunung, jangan sampai kamu naik gunung malah gak bawa sleeping bag, atau malah gak bawa tenda, bawalah tas yang PANTAS dipakai untuk ke gunung, bukan tas buat nge mall. got it?

Ga taulah anak-anak jaman sekarang itu, mereka itu.... *Ah Sudahlah

Baiklah, lanjut ke tips berikutnya

1. Kamu harus dalam kondisi sehat wal afiat

Dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter, bukan surat keterangan sehat PALSU, kalau kamu naik gunung tapi kamu tidak memnuhi syarat yang sudah diberlakukan, maka jangan salahkan siapa-siapa jika seandainya terjadi apa-apa kepadamu di atas ketinggian sana.

Jangan lupa di foto copy rangkap 3, KTP, Surat keterangan sehat sama formulir untuk mendaki (Formulir bisa minta di Pos Tumpang)

Mas Gun lagi di RS Sumber Sentosa Tumpang , mau periksa kesehatan



2. Kamu harus bawa bekal logistik yang cukup selama ada di gunung
Berapa banyaknya ya kira-kira sendiri lah, kamu makannya banyak apa dikit.

Mas Gun lagi belanja Logistik

3. Packing barang bawaanmu dengan benar
Jangan sampai Sleeping Bag mu malah ditaruh di luar, ditenteng kaya orang habis belanja di pasar, kalau kamu tidak memacking barang-barangmmu dengan baik dan benar kamu bakal kesusahan sendiri di perjalanan, kumbolo itu tidak dekat, perlu waktu 5-6 jam untuk pemula.

Barang apa saja yang dibawa kamu bisa lihat disini http://odysseydee.blogspot.co.id/2013/11/barang-bawaan-ke-ranu-kumbolo.html
Gunakan tas Carrier bukan tas Sekolah, paham?

4. Sesampainya di ranu Pani, ikutlah Breafing terlebih dahulu
Briefing ini harus diikuti, kalau kamu gak ikut briefing kamu gak bakal dapet stempel dan tidak bisa membeli tiket dan jangan sampe ketiduran karena penjelasan-penjelasan yang disampaikan sangat penting untuk keselamatan kamu sendiri.
Suasana Briefing
5. Setelah selesai, belilah tiket, jangan lupa siapkan tenaga dengan makan terlebih dahulu sebelum memulai mendaki.
Di Ranu Pani banyak warung yang menjual makanan seperti soto, rawon, pecel dll


6. Selamat mendaki










Waktu di Ranu Kumbolo saya menanam Bawang, semoga bisa tumbuh dan sehat beranak pinak
tanggal 16 mei 2016
tanggal 30 Mei 2016

Kamis, 05 Februari 2015

Rindu Adem

Aku merindukan bagian-bagian ini, menikmati kopi dikala kabut tipis turun perlahan diatas danau yang menjadikan bias cahaya menjalar membinarkan mata.
Teman terbaik juga sedang bersama kita, di mulut tenda dengan senyum gigi rapihnya, yang kadang-kadang juga suka kentut sembarangan di dalam tenda.


Menghitung detik demi detik peristiwa yang terjadi atas kuasa sang Khaliq di hadapan kita...


Menikmati dingin yang sebentar lagi disambut oleh mentari hangat yang menyegarkan punggung kita...


Menikmati makanan dari cheff teristimewa yang ada di sana...


Oh... aku merindukan bagian-bagian ini

Kamis, 07 November 2013

Barang Bawaan ke Ranu Kumbolo

A. Kebutuhan Primer/orang
1. Jaket Extreme (bisa 1 bisa 2 disesuaikan cuaca)
2. Celana kain
3. Training
4. Baju 3 potong
5. Kerpus
6. Masker/slayer
7. Sarung tangan
8. Kaos Kaki
9. Sepatu Gunung
10. Tas karier + Rain cover
11. Jas Hujan/Rain Coat
12. Matras
13. Sleeping bag
14. Perlengkapan ibadah
15. Peralatan mandi

B. Kebutuhan Kelompok
1. Tenda
2. Kompor+Tabung gas (kecil)/Trangia+Spirtus/Parafin
3. Nesting
4. Panci
5. Senter+Bateray
6. P3K
7. Kresek (buat tempat sampah)
8. Golok/pisau
9. Kanebo/Lap
10. Perlengkapan cuci peralatan memasak
11. Bumbu dapur

C. Kelengkapan Identitas
1. Fotocopy KTP 2 lembar
2. Surat keterangan sehat 2 lembar
3. Materai 1 (kelompok)

D. Akomodasi
1. Transport Truck Rp. 70 K/orang
2. Tiket masuk TNBTS Rp. 10K /orang
3. Ijin menginap/tenda Rp.20K

E. Logistik
1. Beras
2. Mie instan
3. Air minum
4. Roti
5. Buah
6. Madu
7. Coklat
8. Vitamin/Suplemen
9. dll sesuai selera

F. Kebutuhan Lain
1. Tisu basah
2. Tisu kering
3. Piring+Sendok+Gelas

Kegiatan Kami di Ranu Kumbolo 2400 mdpl (lanjutan)

15 September 2013, Minggu

Kegiatan kami hari ini adalah eksplorasi keindahan kumbolo, dari mulai melek sampai mau pulang kami sibuk mengabadikan keindahan Kumbolo

Seperti hari kemarin, kegiatan pagi ini adalah memasak,berpose, packing, bersih-bersih sebelum pulang

Makan hari ini adalah makan yang paling istimewa dibanding kemarin dan kemarin malam, karena hari ini adalah hari penghabisan logistik, karena eman-eman kalau logistik tidak dihabiskan di hari terakhir, membawa logistik pulang juga malah akan memberatkan tas yang kami bawa.

Makanan hari terakhir di pagi ini, cah kangkung, tumis wortel, telur dadar goreng, ikan pindang, abon, kering tempe dll

Juna dan hasil karyanya

Jam 09:00 mulai packing dan jam 11:00 kami pulang

 Jangan mengambil apapun kecuali gambar, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan membunuh apapun kecuali waktu
Bawalah sampah pulang seperti yang dicontohkan oleh Mr. Yolla berikut
Saatnya kami pulang, jangan lupa berdo'a
SAMPAI JUMPA LAGI RANU KUMBOLO :*

Kegiatan Kami di Ranu Kumbolo 2400 mdpl

Sabtu pagi 14 September 2012

Jam 05:00 AM
Kami bangun pagi karena kebelet pipis, dan ada yang Sholat Subuh

Pipisnya ya di semak-semak diantara rerumpuran tinggi yang mulai menguning, ceboknya ya pakai tisu basah, kalau mau cebok pakai air tinggal ngambil air aja dari danau

Pagi-pagi menunggu Batara Surya muncul, sambil ngopi di pinggir danau

Jam 07:00 kami memulai memasak, jam 09:00 kami sarapan :)
makannya ya pakai mountain manners



Jam 11:00 kami hunting foto dong ke tanjakan cinta dan oro-oro ombo



Jam 14:00 mulai lapar, kami masak lagi
Andi lukito bagian membuat roti bakar, kru cewek bagian memasak, kru cowok bagian membuat kopi, kru cowok yang lain bagian mencari kayu buat api unggun nanti malam

Lukito dan Roti bakarnya

Sup, sambel, tempe goyeng, sarden, telur goreng, kering tempe, sosis, abon hmmmm sungguh istimewa :D

Menjelang malam, menunggu gelap, menunggu rembulan, menunggu bintang, sholat Ashar + Magrib menuju api unggun malam ini
sayangnya kami lupa tidak memotret kegiatan berapi unggun, sayang sekali :(

Kami berapi unggun sampai jam 10, karena kayu yang sudah habis, kami memutuskan untuk beristirahat di tenda masing-masing.
Sampai jumpa besok pagi

Selasa, 22 Oktober 2013

Mengembara Sunyi ke Danau Impian Ranu Kumbolo 13-15 September 2013

Sudah lama tidak posting di blog ini, akibat disibukkan oleh persiapan wisudaku bulan September kemaren, Alhamdulillah setelah wisuda aku bisa mencapai Ranu Kumbolo. 2 kali aku gagal mengembara sunyi kesana, pertama gagal karena disibukkan oleh skripsi, kedua gagal karena sakit setelah meminum sebotol fanta merah.

Baiklah, cerita ini berawal dari niat, dari niat yang sangat besar yang saya simpan dalam hati, saya bilang begini karena untuk mencapai Ranu Kumbolo tidak cukup dengan niat ecek-ecek, ini perjalanan mengembara sunyi bukan perjalanan ke mall atau ke tempat rekreasi ecek-ecek, saya harus mencari informasi sebanyak mungkin dari teman-teman saya yang sudah pernah kesana.

Dua minggu sebelum menghadapi track menuju Ranu Kumbolo saya harus latihan fisik, jogging setiap hari biar gak terlalu kaget, selain itu saya harus mempersiapkan peralatan yang harus saya bawa kesana seperti carier, sleeping bag, jaket berpolar, sepatu gunung, sarung tangan, dkk.

Ada yang bilang trip ke Ranu Kumbolo terbilang mudah karena track menanjak dan menurun seimbang, Ranu Kumbolo berketinggian 2.400 Mdpl membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan normal, kalau yang punya dengkul racing cukup dengan waktu 3 jam saja bisa sampai di Rakum.

Perkenalkan, kami adalah sekelompok pecinta kopi yang ingin mengembara sunyi ke ranu Kumbolo karena kami agak bosan dengan suasana ngopi di kota, tepat pada malam minggu 14 September kami bisa menikmati kopi diantara rerumputan yang mengering, memandangi bulan dan bintang yang berenang di pantulan danau, dihangatkan api unggun bersama kopi penghujung malam yang berbeda dengan kopi Museum minggu lalu, lebih khidmat, lebih sejuk. Kopi ranu Kumbolo Malam Minggu 14/09/2013.


Jumat, 13 September 2013
Setelah berdiskusi beberapa kali tentang persiapan menuju Rakum, tepat pada hari ini kami berangkat berdua belas orang, diketuai Pak Ndan Pepenk (Prajurit otak udang), dibendaharai Lek Dee (Prajurit otak udang) dan dianggotai Lek Rony (Prajurit otak udang), Lek Luki, Lek Anke Junaffy, Lek Anik Jangkaru, Mbak Dita, Mas Iwan, Lek Amelia, Mas Dadank (kaconk), Lek Yolla, dan Mas Dany. Terdiri dari 8 cowok dan 4 cewek tangguh.

Kami berangkat dari dari Malang jam 09:00 menyewa angkot seharga Rp.150K PP, sampai di Tumpang jam 10:15, dari Tumpang kami berangkat jam 10:30 menyewa truck seharga Rp.70K/orang PP, sampai di Ranu Pani sekitar jam 12:30, sembari bersiap-siap sebelum memulai perjalanan ada yang makan bakso, ada yang ke kamar mandi, ada yang beristirahat, sementara saya mengurus perijinan bersama Pak Ndan, untuk perijinan tiket Rp. 10K/org, ijin mendirikan tenda Rp. 20K/tenda, mengumpulkan FC KTP semua anggota, mengumpulkan surat keterangan sehat dari dokter semua anggota, mengumpulkan 1 buah Materai Rp. 6K dan mengisi formulir.

Setelah kami rasa siap memulai pendakian menuju Rakum, kami berdo'a bersama sebelum melakukan pendakian sejauh 10.5 Km dengan beban di pundak, punggung yang kami bawa yang berisi peralatan dan bekal selama 2 hari 2 malm disana, saya melihat jam tangan saya menunjukkan pukul 13:30, dari Pos Ranu Pani melewati jalan aspal menurun, mampir foto-foto dulu di sini (lihat gambar), setelah selesai berfoto kami melanjutkan pendakian.


Setengah jam berselang, saya beristirahat agak lama, pada pukul 14:30 kaki kanan saya kram, saya berjalan sambil menahan rasa kram dibelakang Mas Dadank, jam 15:00 kaki kiri saya ikutan kram bersamaan dengan saya sampai di pos 1 (Ranu Pani-Pos 1 saya tempuh 1 1/2 jam), waktu itu Saya, Mas Dadank, Mas Dany, Lek Amel, Lek Rony, Lek Lukito, Lek Yolla, Pak Ndan Pepenk juga sampai di Pos 1, sedangkan Lek Anke Junaffy dan Lek Anik Jangkaru sudah mabur duluan, jauh sebelum kami sampai di Pos 1, mereka beristirahat di Pos 1 cuma 3 menit, 2 cewek ini memang sombong bingit deh.
Pos I

Mb.Dita dan Mas Iwan (Pasutri) belum nyampe di Pos 1, kami menunggu kira-kira setengah jam, mereka sampai di Pos 1 dengan wajah pucat, ternyata Mb. Dita habis pingsan di tanjakan awal, heuheuheu. 'Mb.Dita sempat tidak sadarkan diri selama kurang lebih 10 menit' kata Mas Iwan, kami agak khawatir, kami menunggu Mb. Dita benar-benar pulih dulu selama setengah jam kemudian kami melanjutkan pendakian lagi menuju Pos 2.
Mb.Dita sehabis pingsan (kelihatan pucat)

Jarak dari Pos 1 ke Pos 2 tidak jauh, hanya 10 menit saja, karena kami anggap tidak perlu istirahat di Pos 2 kami; Dee, Rony, Amel, Dadank, Dhany memutuskan langsung melanjutkan ke Pos 3, sedangkan Pepenk, Luki, Yolla, Iwan, Dita masih di belakang, dari Pos 2 menuju Pos 3 ini kami banyak sekali beristirahat, karena tracknya yang naik turun tapi banyakan naiknya jadi kami gampang capek, saya lupa gak nyatet jam berapa sampai di Pos 3, rasanya ketika melihat Pos 3 hatiku jadi meluber, semakin dekat dengan surganya Semeru.

Waktu melihat tanjakan setelah Pos 3, saya merasa 'koyo iyo koyo enggak', tanjakannya begitu terjal, tapi saya malah ingin menaikinya dengan berlari, ingin cepat-cepat melewati tanjakan itu, bagi yang takut ketinggian sebaiknya pelan-pelan saja, karena bisa menyebabkan pusing, dan benar saya berlari saja dengan menggendong tas yang lebih berat dari berat badan saya, saya sangat besemangat, apa yang saya lihat setelah itu benar-benar mengagumkan, kami di atas awan, serasa ingin colek-colek awan itu.
Tanjakan setelah Pos 3

Membayangkan bisa tiduran diatas awan itu, heuheuheu

Kami pikir setelah tanjakan terjal itu, kami sudah sangat dekat dengan Rakum, gimana enggak, tiap kali kami bertanya ke pendaki lain yang turun mereka bilang 'udah deket kok, semangat', padahal anu. heuheuheu, hari sudah gelap saja rupanya, semakin gelap, kami semakin berjalan berdekatan, karena yang pegang senter cuma M.Rony dan M.Dadank, kami tetap berjalan ber 5, sampai pada akhirnya kami melihat kelip-kelip lampu dari kejauhan, lampu-lampu itu adalah lampu penerangan para pendaki yang ada di Rakum, ini baru dekat, tapi karena kami ingin tahu seberapa dekat jarak kami dengan Rakum, ketika bertemu pendaki lain kami bertanya lagi 'mas, kira-kira nyampe sana berapa menit lagi?', mas itu menjawab 'deket mas, sekitar 45 menitan', ealah, ternyata sedekat inipun kami masih harus menempuh 45 menit lagi.

Pukul 18:30 kami berlima sampai juga di Pos 4, disambut Anke Junaffy dan Anik Jangkaru, ke 2 cewek sombong ini sampai di Pos 4 pukul 16:30, dengkul racing ya... setelah itu disusul Mas Iwan dan Mb.dita, beberapa menit lagi disusul M.Pepenk, agak lama kemudian disusul Lukito dan Yolla.

1. M. Pepenk & 2. Amelia
                                                        



















4. Mas Iwan & 5. Mbak Dita












6. Mas Dadank & 7. Mas Dhany












8. Anke Junaffy & 9. Mb. Anik Jangkaru


















10. Luki & 11. Yolla












12. Mas Rony