Minggu, 01 Desember 2013

PULAU SEMPU - SEGARA ANAKAN (Lanjutan)

Minggu 19 Oktober 2013

Setengah enam pagi, kita memulai perjalanan menuju Segara Anakan


Perjalanan di atas perahu, menyebrangi Sendang Biru menuju Pulau Sempu

Jam 6 kami sudah sampai di Pulau sempu, menyebrang sekitar 15 menit, dan mari kita arungi hutan bakau lebat, jam 6 masuk hutan... belok kanan... waktu berjalan sudah satu jam... tara... kami kembali ke tempat semula kami berangkat,KESASAR MEN.. trus aku kudu ngguyu opo kudu py?


Ini waktu kami baru turun dari perahu, dan satu jam kemudian kami kembali kesini. wahahahaha
Tapi sebenarnya saya orang suka kesasar, karena dengan kesasar kita tahu jalan lain menuju tempat lain secara tidak sengaja, keuntungannya kami bisa menikmati hutan yang begitu lebatnya, mendengar suara Lutung, dan pengalaman yang mbois yang tidak bisa di dapat secara sengaja.

Saya bermain-main dengan perasaan ketika kesasar, tidak ada yang percuma di setiap usaha kita, tidak ada yang perlu disalahkan karena kita belum menemukan jalan yang benar, kalau kita tidak tahu yang mana yang kurang benar, dari mana kita tahu yang benar, akhirnya kami menyewa Guide, di balik kesasar kita dapat banyak kenalan, Guide dan rombongan bapak-bapak tambun yang lucu. Di balik kesasar ada rejeki buat Guide. Tuhan Asyik kan?

Ini dia Bapak Guide dan rombongan








Perahu Rp. 100.000,-
Perijinan Rp. 25.000,-
Guide Rp. 75.000,-

Senin, 25 November 2013

PULAU SEMPU - SEGARA ANAKAN

Jadi ceritanya gini, waktu itu hari sabtu tanggal 18 Oktober 2013 saya baru pulang dari Probolinggo jam 2 siang.
Trus saya OL WA, saya coba nanya temen saya yang katanya mau berangkat siang itu ke Sempu
'Jun, wes budal a?' tiba-tiba ada telpon masuk dari nomor yang saya tidak kenal, ternya itu Mbak Anik
'Halo, mol kita belum berangkat ni, kita kekurangan motor, ayo mol ikut, ya mol'
Tu kan lagi-lagi saya tergiur, Segara Anakan men... yang kata orang-orang indah itu.
'Iya mbak, aku cuci muka dulu langsung berangkat kesana'
Kurang lebih intinya begitu percakapan kami di telepon
Sekitar jam 4 sore kami berangkat dari Malang menuju Turen, sampai di turen jam 5 sore dan kami makan bakso dulu.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan, mampir di Masjid dulu untuk Sholat Magrib.
Setelah Sholat kami berenam melanjutkan perjalanan lagi menuju Sendang Biru.
Kami sampai di Sendang Biru jam 7 malam, dan benar kami terdampar di Sendang Biru semalaman, karena malam itu gak ada kapal yang menyebrang ke Pulau Sempu, jadi acara pertama kami adalah mbeber matras di dermaga, keren gaka tuh? sambil menikmati suara air yang tenang, banyak orang mancing di sana, tanganku rasanya gatel pol, gimana enggak, saya baru aja beli pancing tapi belum saya pakai mancing sampai sekarang. Lama-lama bosan juga diam di dermaga gak ngapa-ngapain dan sudah malam hujanpun akan turun meskipun hanya rintik-rintik kecil.

Acara kedua adalah mendirikan tenda, wow mendirikan tenda di Sendang Biru men... keren to? hahaha, mendirikan tendanya di tempat parkir, udah kaya anggota pramuka aja. Semalaman di Sendang Biru saya jadi tahu kehidupan nelayan di sana, sabotase sabotase kapal, penumpang, perijinan, parkir, ya begitulah kehidupan.

Kami tidak bisa tidur, nyamuknya banyak, saya mencoba ngobrol saja dengan tukang parkir, tukang parkir dari Banyuwangi yang baru 2 bulan jadi tukang parkir disana, banyak cerita yang saya dengarkan dari mas ini. Jam 3 pagi kami baru bisa tidur dan bangun jam 5 pagi, heuheuheu

Tapi biarlah, tidur 2 jam pun tak menghalangi niat kami ke Segara Anakan, jam setengah 6 Pagi di Sendang Biru
 Sunrise ini saya persembahkan untuk Aisyah, my little girl :*


Tiket masuk/orang Rp. 7000,-
Tiket masuk/motor Rp. 1000,-
Parkir motor jam 7 malam s/d jam 1 siang Rp. 10.000,-

PANTAI NGANTEB (MALANG SELATAN)

Pada hari minggu, hari yang harusnya istimewa ini saya hanya duduk di depan laptop, belum mandi (seperti biasa), saya dapat pesan dari Pawe (sahabat)
'Igar ngajak ke Nganteb, yoopo budal a?'
Ajakan itu menggiurkan, karena Pantai Nganteb ini masih alami dan masih baru dibuka untuk umum baru-baru ini, karena alasan itulah saya mau gabung sama Pawe, Igar dkk.
Oiya, yang punya acara mingguan dipantai ini adalh Igar dan teman-temannya dari organisasi UNIOR (UNIT OLAHRAGA UIN MALIKI MALANG)

 Jalan menuju Nganteb



Tiket masuk Rp. 3000
Parkir motor Rp. 3000

Kamis, 07 November 2013

Barang Bawaan ke Ranu Kumbolo

A. Kebutuhan Primer/orang
1. Jaket Extreme (bisa 1 bisa 2 disesuaikan cuaca)
2. Celana kain
3. Training
4. Baju 3 potong
5. Kerpus
6. Masker/slayer
7. Sarung tangan
8. Kaos Kaki
9. Sepatu Gunung
10. Tas karier + Rain cover
11. Jas Hujan/Rain Coat
12. Matras
13. Sleeping bag
14. Perlengkapan ibadah
15. Peralatan mandi

B. Kebutuhan Kelompok
1. Tenda
2. Kompor+Tabung gas (kecil)/Trangia+Spirtus/Parafin
3. Nesting
4. Panci
5. Senter+Bateray
6. P3K
7. Kresek (buat tempat sampah)
8. Golok/pisau
9. Kanebo/Lap
10. Perlengkapan cuci peralatan memasak
11. Bumbu dapur

C. Kelengkapan Identitas
1. Fotocopy KTP 2 lembar
2. Surat keterangan sehat 2 lembar
3. Materai 1 (kelompok)

D. Akomodasi
1. Transport Truck Rp. 70 K/orang
2. Tiket masuk TNBTS Rp. 10K /orang
3. Ijin menginap/tenda Rp.20K

E. Logistik
1. Beras
2. Mie instan
3. Air minum
4. Roti
5. Buah
6. Madu
7. Coklat
8. Vitamin/Suplemen
9. dll sesuai selera

F. Kebutuhan Lain
1. Tisu basah
2. Tisu kering
3. Piring+Sendok+Gelas

Kegiatan Kami di Ranu Kumbolo 2400 mdpl (lanjutan)

15 September 2013, Minggu

Kegiatan kami hari ini adalah eksplorasi keindahan kumbolo, dari mulai melek sampai mau pulang kami sibuk mengabadikan keindahan Kumbolo

Seperti hari kemarin, kegiatan pagi ini adalah memasak,berpose, packing, bersih-bersih sebelum pulang

Makan hari ini adalah makan yang paling istimewa dibanding kemarin dan kemarin malam, karena hari ini adalah hari penghabisan logistik, karena eman-eman kalau logistik tidak dihabiskan di hari terakhir, membawa logistik pulang juga malah akan memberatkan tas yang kami bawa.

Makanan hari terakhir di pagi ini, cah kangkung, tumis wortel, telur dadar goreng, ikan pindang, abon, kering tempe dll

Juna dan hasil karyanya

Jam 09:00 mulai packing dan jam 11:00 kami pulang

 Jangan mengambil apapun kecuali gambar, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan membunuh apapun kecuali waktu
Bawalah sampah pulang seperti yang dicontohkan oleh Mr. Yolla berikut
Saatnya kami pulang, jangan lupa berdo'a
SAMPAI JUMPA LAGI RANU KUMBOLO :*

Kegiatan Kami di Ranu Kumbolo 2400 mdpl

Sabtu pagi 14 September 2012

Jam 05:00 AM
Kami bangun pagi karena kebelet pipis, dan ada yang Sholat Subuh

Pipisnya ya di semak-semak diantara rerumpuran tinggi yang mulai menguning, ceboknya ya pakai tisu basah, kalau mau cebok pakai air tinggal ngambil air aja dari danau

Pagi-pagi menunggu Batara Surya muncul, sambil ngopi di pinggir danau

Jam 07:00 kami memulai memasak, jam 09:00 kami sarapan :)
makannya ya pakai mountain manners



Jam 11:00 kami hunting foto dong ke tanjakan cinta dan oro-oro ombo



Jam 14:00 mulai lapar, kami masak lagi
Andi lukito bagian membuat roti bakar, kru cewek bagian memasak, kru cowok bagian membuat kopi, kru cowok yang lain bagian mencari kayu buat api unggun nanti malam

Lukito dan Roti bakarnya

Sup, sambel, tempe goyeng, sarden, telur goreng, kering tempe, sosis, abon hmmmm sungguh istimewa :D

Menjelang malam, menunggu gelap, menunggu rembulan, menunggu bintang, sholat Ashar + Magrib menuju api unggun malam ini
sayangnya kami lupa tidak memotret kegiatan berapi unggun, sayang sekali :(

Kami berapi unggun sampai jam 10, karena kayu yang sudah habis, kami memutuskan untuk beristirahat di tenda masing-masing.
Sampai jumpa besok pagi

Selasa, 22 Oktober 2013

Mengembara Sunyi ke Danau Impian Ranu Kumbolo 13-15 September 2013

Sudah lama tidak posting di blog ini, akibat disibukkan oleh persiapan wisudaku bulan September kemaren, Alhamdulillah setelah wisuda aku bisa mencapai Ranu Kumbolo. 2 kali aku gagal mengembara sunyi kesana, pertama gagal karena disibukkan oleh skripsi, kedua gagal karena sakit setelah meminum sebotol fanta merah.

Baiklah, cerita ini berawal dari niat, dari niat yang sangat besar yang saya simpan dalam hati, saya bilang begini karena untuk mencapai Ranu Kumbolo tidak cukup dengan niat ecek-ecek, ini perjalanan mengembara sunyi bukan perjalanan ke mall atau ke tempat rekreasi ecek-ecek, saya harus mencari informasi sebanyak mungkin dari teman-teman saya yang sudah pernah kesana.

Dua minggu sebelum menghadapi track menuju Ranu Kumbolo saya harus latihan fisik, jogging setiap hari biar gak terlalu kaget, selain itu saya harus mempersiapkan peralatan yang harus saya bawa kesana seperti carier, sleeping bag, jaket berpolar, sepatu gunung, sarung tangan, dkk.

Ada yang bilang trip ke Ranu Kumbolo terbilang mudah karena track menanjak dan menurun seimbang, Ranu Kumbolo berketinggian 2.400 Mdpl membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan normal, kalau yang punya dengkul racing cukup dengan waktu 3 jam saja bisa sampai di Rakum.

Perkenalkan, kami adalah sekelompok pecinta kopi yang ingin mengembara sunyi ke ranu Kumbolo karena kami agak bosan dengan suasana ngopi di kota, tepat pada malam minggu 14 September kami bisa menikmati kopi diantara rerumputan yang mengering, memandangi bulan dan bintang yang berenang di pantulan danau, dihangatkan api unggun bersama kopi penghujung malam yang berbeda dengan kopi Museum minggu lalu, lebih khidmat, lebih sejuk. Kopi ranu Kumbolo Malam Minggu 14/09/2013.


Jumat, 13 September 2013
Setelah berdiskusi beberapa kali tentang persiapan menuju Rakum, tepat pada hari ini kami berangkat berdua belas orang, diketuai Pak Ndan Pepenk (Prajurit otak udang), dibendaharai Lek Dee (Prajurit otak udang) dan dianggotai Lek Rony (Prajurit otak udang), Lek Luki, Lek Anke Junaffy, Lek Anik Jangkaru, Mbak Dita, Mas Iwan, Lek Amelia, Mas Dadank (kaconk), Lek Yolla, dan Mas Dany. Terdiri dari 8 cowok dan 4 cewek tangguh.

Kami berangkat dari dari Malang jam 09:00 menyewa angkot seharga Rp.150K PP, sampai di Tumpang jam 10:15, dari Tumpang kami berangkat jam 10:30 menyewa truck seharga Rp.70K/orang PP, sampai di Ranu Pani sekitar jam 12:30, sembari bersiap-siap sebelum memulai perjalanan ada yang makan bakso, ada yang ke kamar mandi, ada yang beristirahat, sementara saya mengurus perijinan bersama Pak Ndan, untuk perijinan tiket Rp. 10K/org, ijin mendirikan tenda Rp. 20K/tenda, mengumpulkan FC KTP semua anggota, mengumpulkan surat keterangan sehat dari dokter semua anggota, mengumpulkan 1 buah Materai Rp. 6K dan mengisi formulir.

Setelah kami rasa siap memulai pendakian menuju Rakum, kami berdo'a bersama sebelum melakukan pendakian sejauh 10.5 Km dengan beban di pundak, punggung yang kami bawa yang berisi peralatan dan bekal selama 2 hari 2 malm disana, saya melihat jam tangan saya menunjukkan pukul 13:30, dari Pos Ranu Pani melewati jalan aspal menurun, mampir foto-foto dulu di sini (lihat gambar), setelah selesai berfoto kami melanjutkan pendakian.


Setengah jam berselang, saya beristirahat agak lama, pada pukul 14:30 kaki kanan saya kram, saya berjalan sambil menahan rasa kram dibelakang Mas Dadank, jam 15:00 kaki kiri saya ikutan kram bersamaan dengan saya sampai di pos 1 (Ranu Pani-Pos 1 saya tempuh 1 1/2 jam), waktu itu Saya, Mas Dadank, Mas Dany, Lek Amel, Lek Rony, Lek Lukito, Lek Yolla, Pak Ndan Pepenk juga sampai di Pos 1, sedangkan Lek Anke Junaffy dan Lek Anik Jangkaru sudah mabur duluan, jauh sebelum kami sampai di Pos 1, mereka beristirahat di Pos 1 cuma 3 menit, 2 cewek ini memang sombong bingit deh.
Pos I

Mb.Dita dan Mas Iwan (Pasutri) belum nyampe di Pos 1, kami menunggu kira-kira setengah jam, mereka sampai di Pos 1 dengan wajah pucat, ternyata Mb. Dita habis pingsan di tanjakan awal, heuheuheu. 'Mb.Dita sempat tidak sadarkan diri selama kurang lebih 10 menit' kata Mas Iwan, kami agak khawatir, kami menunggu Mb. Dita benar-benar pulih dulu selama setengah jam kemudian kami melanjutkan pendakian lagi menuju Pos 2.
Mb.Dita sehabis pingsan (kelihatan pucat)

Jarak dari Pos 1 ke Pos 2 tidak jauh, hanya 10 menit saja, karena kami anggap tidak perlu istirahat di Pos 2 kami; Dee, Rony, Amel, Dadank, Dhany memutuskan langsung melanjutkan ke Pos 3, sedangkan Pepenk, Luki, Yolla, Iwan, Dita masih di belakang, dari Pos 2 menuju Pos 3 ini kami banyak sekali beristirahat, karena tracknya yang naik turun tapi banyakan naiknya jadi kami gampang capek, saya lupa gak nyatet jam berapa sampai di Pos 3, rasanya ketika melihat Pos 3 hatiku jadi meluber, semakin dekat dengan surganya Semeru.

Waktu melihat tanjakan setelah Pos 3, saya merasa 'koyo iyo koyo enggak', tanjakannya begitu terjal, tapi saya malah ingin menaikinya dengan berlari, ingin cepat-cepat melewati tanjakan itu, bagi yang takut ketinggian sebaiknya pelan-pelan saja, karena bisa menyebabkan pusing, dan benar saya berlari saja dengan menggendong tas yang lebih berat dari berat badan saya, saya sangat besemangat, apa yang saya lihat setelah itu benar-benar mengagumkan, kami di atas awan, serasa ingin colek-colek awan itu.
Tanjakan setelah Pos 3

Membayangkan bisa tiduran diatas awan itu, heuheuheu

Kami pikir setelah tanjakan terjal itu, kami sudah sangat dekat dengan Rakum, gimana enggak, tiap kali kami bertanya ke pendaki lain yang turun mereka bilang 'udah deket kok, semangat', padahal anu. heuheuheu, hari sudah gelap saja rupanya, semakin gelap, kami semakin berjalan berdekatan, karena yang pegang senter cuma M.Rony dan M.Dadank, kami tetap berjalan ber 5, sampai pada akhirnya kami melihat kelip-kelip lampu dari kejauhan, lampu-lampu itu adalah lampu penerangan para pendaki yang ada di Rakum, ini baru dekat, tapi karena kami ingin tahu seberapa dekat jarak kami dengan Rakum, ketika bertemu pendaki lain kami bertanya lagi 'mas, kira-kira nyampe sana berapa menit lagi?', mas itu menjawab 'deket mas, sekitar 45 menitan', ealah, ternyata sedekat inipun kami masih harus menempuh 45 menit lagi.

Pukul 18:30 kami berlima sampai juga di Pos 4, disambut Anke Junaffy dan Anik Jangkaru, ke 2 cewek sombong ini sampai di Pos 4 pukul 16:30, dengkul racing ya... setelah itu disusul Mas Iwan dan Mb.dita, beberapa menit lagi disusul M.Pepenk, agak lama kemudian disusul Lukito dan Yolla.

1. M. Pepenk & 2. Amelia
                                                        



















4. Mas Iwan & 5. Mbak Dita












6. Mas Dadank & 7. Mas Dhany












8. Anke Junaffy & 9. Mb. Anik Jangkaru


















10. Luki & 11. Yolla












12. Mas Rony